Langsung ke konten utama

Sayang Dan Merasa Tidak Berguna


Assalamualaikum...

Sengaja gerakan jemari saya, menghinggapi tombol demi tombol yang besimbol ini untuk sebuah kepekaan rasa yang bersemayam di fikiran saya malam ini, dimalam yang yang penuh dengan berjuta-juta arus lalulintas yang memadati ruang dalam benak saya... (sminggu lagi ujian tesis)

Seperti biasa, sehabis solat magrib, rutinitas buka tutup laptop selalu jadi keseharian. Mulai dari Online browsing sampai nyicil tugas kuliah (kalau ga yaa.. kecapean kerja alias tidur ZZzzzzzZZz).. Tanpa sengaja sewaktu chat Facebook aktif, kebetulan ketemu ama adik kandung saya yang juga lagi OL.. Moment untuk ngobrol pun dimulai sambil melepas kangen, saya mulai menanyakan kabar semua anggota keluarga sampai keadaan dan kejadiaan apa aja yang udah terjadi di sana.. tak berapa lama saya sempat terdiam, menghela nafas panjang sembari ngucapin istighfar, serasa lemas badan ini.. hanya meliahat pesan adik saya :

' mas.. sekarang kita agak susah dapat tambahan uang, sebab kios koran mama udah mama tutup, ga dilanjutkan lagi coz udah ditegur sama satpol PP '

Kalo boleh sedikit cerita flash back, selain bekerja sebagai seorang guru (bukan pns) dan tukang les keliling kerumah-rumah pelajaran bahasa inggris buat anak anak sd sampai sma, ibu saya membuka usaha kecil-kecil buat tambahan untuk menghidupi semua anak anaknya yaitu membuka kios koran. kios yang dibuka dipinggir jalan beratap terpal dan kain spanduk bekas, yang setiap harinya dijaga bergantian oleh ibu dan adik adik saya... (kadang adik saya sampai ketiduran di disana) :'( . Walaupun hanya beberapa bulan beroperasi, kios itu udah banyak datangkan rejeki dalam kehidupan keluarga saya, khususnya untuk uang saku sekolah adik saya..

Jika boleh saya bertanya sama orang yang membaca artikel saya ini. Apa yang anda rasakan jika anda adalah anak pertama dari keluarga yang saya ceritakan diatas, dimana anda sudah bekerja dan masih kuliah sampai saat ini, dan ternyata anda belum bisa sama sekali membantu dan membahagiakan mereka??? Jika anda bisa berfikiran jernih dan sayang sama mereka maka Insya Allah itulah jawaban saya... merasa lemah, tak berdaya, dan tak berguna, ingin menangis rasanya.. bukan bermaksud mengeluh... tapi memang begini keadaanya, saya belum bisa membahagiakan mereka..

Saat ini saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah SWT selalu melimpahkan rizkynya untuk mereka. saya hanya bisa berusaha untuk terus fokus agar nantinya bisa membahagiakan mereka. Semoga masalah demi masalah adalah pembelajaran dan motivasi yang berharga untuk saya agar selalu lebih baik.. saya doakan semoga temen-temen yang membaca artikel saya ini tidak bernasip sama seperti saya. sebaliknya tentunya kalian adalah orang sayang dan bertanggung jawab atas keluarga anda... semoga.. Amin.

Sekian dari saya...
Wassalam..

Yoga Paimo

Komentar