
Setiap organisasi apapun jenisnya pasti memilliki dan memerlukan seorang pemimpin untuk menjalankan, mengarahkan dan mengatur organisasi secara keseluruhan. Mahalan banyak organisasi dengan sekala besar tidak hanya memerlukan seorang pemimpin tunggal, melainkan pemimpin-pemimpin pada unit-unit kerja yang levelnya lebih rendah yang membantu pemimpin puncak dalam menjalankan kepemimpinannya agar lebih efektif dan efisien.
Beberapa pendapat para ahli tentang pengertian Kepemimpinan antara lain :
1. Stephen P Robbins (1991) : Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
2. Robert Kreither dan Angelo Kinicki : Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara sukarela. Pengertian ini senada dengan pengertian yang dikemukakan oleh Gibson dkk (1997) dan Fremont E Kast dkk (1996).
3. Harold Koontz, Cyril O'Donnel dan Heinz Weihrich : Kepemimpinan adalah seni atau proses mempengaruhi orang (anggota organisasi) sehingga akan berusaha mencapai tujuan organisasi dengan kemauan dan antusiasme yang tinggi.
4. George R. Terry (1985) : Kepemimpinan adalah hubungan diamana seseorang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara suka rela dalam mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan, untuk mencapai hal yang diinginkan pemimpin tersebut.
5. Panji Anoraga dan Sri Suyati (1987) : Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi baik individual maupun kelompok kearah pencapaian tujuan.
6. Sondang P. Siagian (1994) : Kepemimpinan merupakan inti manajemen yang meruapakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat alat dalam organisasi.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan Bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan atau kecerdasan mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku untuk mendorong / memotivasi sejumlah orang agar bekerja sama dalam melaksanakan tugas / kegiatan yang terarah pada tujuan bersama atau tujuan yang dicapai seorang pemimpin.
Pemimpin dalam konteks struktural dibagi menjadi dua antara lain :
1. Pemimpin Struktural adalah pemimpin yang diangkat secara resmi oleh organisasi dengan surat keputusan pengangkatan yang sah. contoh (manajer, kepala bagian dll)
2. Pemimpin Non-Struktural atau Informal yakni kepemimpinan yang diangkat tanpa surat keputusan yang resmi, hanya diangkat, diterima, dipatuhi dan dihormati oleh pengikut/anggota organisasinya. contoh (kepala adat, kiyai dll).
Pemimpin dalam konteks struktural dibagi menjadi dua antara lain :
1. Pemimpin Struktural adalah pemimpin yang diangkat secara resmi oleh organisasi dengan surat keputusan pengangkatan yang sah. contoh (manajer, kepala bagian dll)
2. Pemimpin Non-Struktural atau Informal yakni kepemimpinan yang diangkat tanpa surat keputusan yang resmi, hanya diangkat, diterima, dipatuhi dan dihormati oleh pengikut/anggota organisasinya. contoh (kepala adat, kiyai dll).
Komentar
Posting Komentar