Assalamualaikum...Saya yakin setiap harinya kita selalu bisa memperolah pelajaran atau hikmah dibalik setiap aktifitas yang kita jalani.. Baik yang tersirat maupun yang tersurat, bagi saya semuanya terangkum menjadi satu hal yang berakhir dengan 2 kata yang simpel yaitu : Astaghfirullah dan Alhamdulilah.. Dua kata yang mencerminkan suatu penyesalan atau kegembiraan..
Hidup memang penuh fatamorgana dan abstrak.. semuanya terjadi seolah selalu ada hubungan sebab dan akibat.. gak ada yang pernah tau esok dan seterusnya apa yg akan terjadi, pastinya cuma Allah SWT yang Maha Tau Segalanya.. Kita hanya bisa berencana, berdoa dan berusaha semoga hasil akhir yang diterima sesusai dengan apa yang kita harapkan.. Amin Ya Rabb.. Selepas dari itu, memang ada beberapa hal yang tabuh untuk diperhatikan berkaitan dengan hubungan subjektifitas antar sesama manusia.. kerena manusia pada dasarnya adalah mahluk yang memiliki akal dan perasaan, sehingga Allah menganugerahi manusia sebagai mahluk yang sempurna dan sebagai khalifah dimuka bumi ini..
Ada cerita Seorang pemuda, sebut saja 'bro', dia mengakui kalo dia adalah manusia yang jauh dari segalanya, tapi apa salah jika dia ingin berusaha agar lebih baik??? mengingat dia juga menyadari dia telah gagal atas berbagai macam kekurangan sebelumnya dengan hasil karya yang pas pasan, dia gak butuh pujian kata2 bagus, dia juga tidak butuh sanjungan atas apresiasi hasil karyanya, apalagi bahan bercanda atau goyonan para temannya atas hasil karyanya yg dianggap luar biasa, padahal menurut pemuda ini hasil ini adalah hasil yang terakhir yang bisa dia kerjakan dengan sekuat tenaga, supaya bisa mengangkat hasil-hasil sebelumnya yg dianggap kurang n berada dibawah hasil karya teman-temanya.. (sungguh dia tidak menginginkannya, namun Insya Allah dia adalah orang yang ikhlas)...
Yang dia inginkan hanyalah kerjasama, koreksi dan kritik yang membangun dari teman2nya agar hasil akhirnya bisa memberikan sesuatu yang bisa menolongnya. Tidak hanya itu, harapan besar dari lubuk hati yang paling dalam adalah agar dia bisa memperbaiki hasil akhir yang dapat di terima dari pengorbannannya secara keseluruhan. Sehingga setidaknya diharapkan sama dengan hasil yang diperoleh teman-temannya (dia tidak muluk-muluk untuk berada di atas hasil teman-temannya).. itulah yang dia rasakan, bukan merasa untuk jadi yang terbaik dari pada teman-temanya dengan karyanya terakhir, namun berusaha memperbaiki hasil-hasil yang kurang maksimal sebelumnya dengan hasil karyanya yang terakhir..
Jika memang hasil akhir yg dia harapkan ga tercapai, setidaknya ini merupakan didikan keras dari Allah untuk si 'bro' agar lebih terus berusaha, belajar dari pengalaman, dan jangan pernah puas atas hasil yang udah didapatkan hingga saat ini.. dan saya yakin ada suatu hal yang rahasia yang indah dari Allah yang sudah disiapkan untuk si 'bro' jika dia bisa bertahan mengadapi masalah dan terus tawakkal.. Insya Allah...
Itulah cerita singkat yang sedikit membingungkan, berusahalah berfikiran positif tentang diri teman kita, berusahalah pahami karakternya, masalahnya dan pertajam lagi kepekaan anda pada semua masalah yang ada disekitar.. jika anda merasa masih bernasip baik dari pada teman anda, selayaknya anda bersyukur dan membantu teman anda agar bisa berbagi senyuman dengan anda, semoga anda termasuk golongan teman yang bisa memberikan motivasi pada temannya, bukan hanya memikirkan diri sendiri dengan segala bentuk pemikiran negatif anda tentang diri anda.. Selamat menjadi teman yang baik...
Wassalam...
Yoga Paimo..
Ada cerita Seorang pemuda, sebut saja 'bro', dia mengakui kalo dia adalah manusia yang jauh dari segalanya, tapi apa salah jika dia ingin berusaha agar lebih baik??? mengingat dia juga menyadari dia telah gagal atas berbagai macam kekurangan sebelumnya dengan hasil karya yang pas pasan, dia gak butuh pujian kata2 bagus, dia juga tidak butuh sanjungan atas apresiasi hasil karyanya, apalagi bahan bercanda atau goyonan para temannya atas hasil karyanya yg dianggap luar biasa, padahal menurut pemuda ini hasil ini adalah hasil yang terakhir yang bisa dia kerjakan dengan sekuat tenaga, supaya bisa mengangkat hasil-hasil sebelumnya yg dianggap kurang n berada dibawah hasil karya teman-temanya.. (sungguh dia tidak menginginkannya, namun Insya Allah dia adalah orang yang ikhlas)...
Yang dia inginkan hanyalah kerjasama, koreksi dan kritik yang membangun dari teman2nya agar hasil akhirnya bisa memberikan sesuatu yang bisa menolongnya. Tidak hanya itu, harapan besar dari lubuk hati yang paling dalam adalah agar dia bisa memperbaiki hasil akhir yang dapat di terima dari pengorbannannya secara keseluruhan. Sehingga setidaknya diharapkan sama dengan hasil yang diperoleh teman-temannya (dia tidak muluk-muluk untuk berada di atas hasil teman-temannya).. itulah yang dia rasakan, bukan merasa untuk jadi yang terbaik dari pada teman-temanya dengan karyanya terakhir, namun berusaha memperbaiki hasil-hasil yang kurang maksimal sebelumnya dengan hasil karyanya yang terakhir..Jika memang hasil akhir yg dia harapkan ga tercapai, setidaknya ini merupakan didikan keras dari Allah untuk si 'bro' agar lebih terus berusaha, belajar dari pengalaman, dan jangan pernah puas atas hasil yang udah didapatkan hingga saat ini.. dan saya yakin ada suatu hal yang rahasia yang indah dari Allah yang sudah disiapkan untuk si 'bro' jika dia bisa bertahan mengadapi masalah dan terus tawakkal.. Insya Allah...
Itulah cerita singkat yang sedikit membingungkan, berusahalah berfikiran positif tentang diri teman kita, berusahalah pahami karakternya, masalahnya dan pertajam lagi kepekaan anda pada semua masalah yang ada disekitar.. jika anda merasa masih bernasip baik dari pada teman anda, selayaknya anda bersyukur dan membantu teman anda agar bisa berbagi senyuman dengan anda, semoga anda termasuk golongan teman yang bisa memberikan motivasi pada temannya, bukan hanya memikirkan diri sendiri dengan segala bentuk pemikiran negatif anda tentang diri anda.. Selamat menjadi teman yang baik...
Wassalam...
Yoga Paimo..
Komentar
Posting Komentar